Google+ Plus Mirip Facebook

Google+ Plus Mirip Facebook

0 107

Google resmi meluncurkan situs jejaring sosial bernama Google+ hari Selasa (28/6/2011) untuk menyaingi situs jejaring sosial lainnya yang sudah terlebih dahulu beken seperti facebook maupun twitter. Sekarang versi Indonesianya pun sudah ada.

Facebook mengklaim digunakan lebih dari 750 juta pengguna di seluruh dunia. Jejaring sosial Google+, seperti halnya Facebook, memungkinkan penggunanya berbagi foto, cerita dan komentar. Bedanya, Google+ juga melengkapi diri dengan peta dan berbagai gambar yang tersimpan di pusat data Google.

Selain itu, Google+ mengklaim bertujuan membantu penggunanya untuk dengan mudah mengelompokkan kontak dan teman-teman mereka dalam sistem grup.

Seperti diberitakan sebelumnya, Google+ merupakan sebuah proyek yang masih dalam masa percobaan.

Artinya hanya beberapa pengguna saja yang dapat mengaksesnya saat ini. Google+ dapat dikunjungi dialamat , dan pengguna baru dapat langsung mendaftar. Begitu Google+ siap sepenuhnya, Google akan memberitahu penggunanya.

Manajemen Google mengatakan dalam waktu dekat diharapkan jutaan orang sudah bisa menggunakan produk ini. “Jejaring sosial di internet memerlukan pemikiran serius. Dan ini saatnya kami memulainya,” kata Presiden Teknik Google, Vic Gundotra.

“Fasilitas yang ada di jejaring sosial lain menyulitkan pengguna untuk menyeleksi sebuah grup kecil,” tambah Gundotra, merujuk pada sistem kelompok dalam Facebook.

Google+ mempunyai banyak fitur seperti Google+Circle untuk membuat sebuah grup, dimana pengguna dapat memisahkan teman di akunnya secara berkelompok, misalnya ada kelompok kerja dan kelompok bermain.

Selanjutnya, Google+Photos untuk mengunggah foto termasuk melalui ponsel, ataupun Google+Spark untuk menseleksi minat pengguna dan menawarkan cerita, video, ataupun foto yang mungkin disukai oleh pengguna. Selain itu masih ada Google+Stream yang berfungsi seperti newsfeed di facebook.

Dua fitur lainnya adalah Google+Hangouts dimana dalam fitur ini pengguna dapat melakukan video chat dengan satu atau banyak orang sekaligus. Fitur baru yang tidak dipunyai pesaingnya saat ini seperti facebook.

Fitur terakhir adalah Google+Huddle yang memungkinkan pengguna memulai chat grup melalui pesan teks.

Meski mengklaim memiliki kelebihan, para analis internet memprediksi Google akan kesulitan merebut pengguna setia Facebook untuk beralih ke jejaring sosial baru.

“Orang sudah memiliki lingkar sosialnya di Facebook. Menawarkan sebuah lingkaran sosial baru adalah sesuatu yang sangat menantang,” kata analis perusahaan riset eMarketer, Debra Aho Williamson.

“Ide besar jejaring sosial Google…mereka sudah melemparkan berbagai ide selama beberapa tahun dan tak ada yang sukses,” tambah Williamson.

Google beberapa kali sudah mencoba menantang facebook dengan membuat Google Buzz, Orkut, dan Google Wave, namun gagal meraih sukses. Google, yang digunakan dua dari tiga pencarian internet di Amerika Serikat, menderita sejumlah pukulan dari Facebook dalam beberapa tahun terakhir ini.

Sejumlah analis mengatakan Google hanya menampilkan kembali apa yang dimiliki Facebook dan hanya menambah fasilitas video chat saja.

Bulan April lalu Google mencapai kesepakatan di luar pengadilan terkait layanan jejaring sosial Google Buzz.

Sekelompok orang menggugat Google karena dianggap menipu dan melanggar privasi pengguna GMail yang tanpa seizin pengguna langsung memasukkan mereka ke dalam jaringan Buzz

Anda yang berminat bisa mengakses Google+ berbahasa Indonesia di link ini. (tribun/pikiran-rakyat)

NO COMMENTS

Tinggalkan Komentar Anda di Sini